TEORI STRUKTUR KEPRIBADIAN SIGMUN FREUD

Sigmun freud

Menurut freud kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat sadar yakni sadar (conscious), tidak sadar (Pareconsius), dan tak-sadar (unconscious). Topografi atau peta kesadaran ini dipakai untuk mendeskripsikan unsur cermati ( anvareness) dalam setiap even mental seperti berfikir dan berfantasi. Sampai dengan tahun 1920an, teori tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur kesadaran itu. Baru pada tahun 1923 Freus mengenal tiga model struktur yang lain, yakni id, ego, dan superego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi/menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi atau tujuannya. Enam elemen pendukung struktur kepribadian itu sebagai berikut:

TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tujuan pemberian layanan bimbinan ialah agar siswa dapat: 
1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang      
        akan datang.
2.     Mengembangkan seluruh potansi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin.
3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.
4. Mengatasi hambatan dan kesulitan dalam studi, penyesuaian lingkungan, pendidikan, masyarakat, 
        maupun lingkungan kerja.

Sunset kereta kuda di Parangteritis Yogyakarta

Persayaratan Bagi Konselor Secara Relegius


1.       Konselor hendaknya orang yang beragama dan mengamalkan degan baik keimanan dan ketakwaan.
2.       Konselor sedapat-dapatnya mampu mentransfer kaidah-kaidah agama secara garis besar yang relavan dengan masalah konseli.
3.       Konselor memperhatikan dan menghargai agama konseli

PROBLEMATIKA REMAJA


Remaja (siswa SLTP dan SLTA) adalah siswa yang sedang berada dalam proses perkembangan dan arah kematangan. Namun dalam menjalani proses perkembangan ini, tidak semua remaja dapat mencapainya secara mulus. Di antaranya mereka masih banyak mengalami masalah, yaitu yang menampilkan sikap perilaku menyimpang, tidak wajar dan bahkan up normal, seperti: membolos dari sekolah, tawuran, tindakan criminal, mengkonsumsi minuman keras, menjadi pecandu Napza dan free sex.
Masalah ini tidak terlepas dari pengaruh iklim lingkungan yang kurang kondusif, seperti :
Kesetabilan kehidupan social politik, ekonomi, dan keamanan; ketidak harmonisan kehidupan dalam keluarga; maraknya penjualan VCD porno, minuman karas dan napza; banyak tayangan televise yang memperhatikan norma agama; dan pelecehan terhadap norma agama, baik di liingkungan keluarga masyarakat.

Pengertian Bimbingan dan Konseling


Bimbingan:
Istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata Guidance. Menurut arti katanya, guidance yang berasala dari kata guide, mempunya arti menunjukkan, memimpin, menuntun, mengatur, mengarahkan dan memberi nasehat. Untuk menangkap arti yang sebenarnya, banyak ahli yang mengemukakan definisi tentang istilah bimbingan. Istilah bimbingan dapat di artikan dengan cara dan didefinisasikan secara beragam oleh para ahli dengan menekankan unsure-unsur tertenu bedasarkan sudut pandang masing-masing.
Jones (1963) memberikan pengertian tentang bimbingan sebagai berikut:
“guidanceis the assistance given to individuals in making intelligent choices an adjustments in their lives. The ability is not innate is must be developed. The fundamental purpose of guidance is to develop in each individual up to the limit of his capacity,  the ability to solve his own problems and to make his own adjustment….”